Minggu, 02 April 2017

Usia 25?!-Oh Yeah That’s Me.





Nemu artikel tentang quarterlife crisis disalah satu web, jadi di usia 25 tahun adalah tolak ukur untuk meraih banyak kesempatan dalam hidup. Saya belum tau nih indikator apa yg dijadikan acuan sehingga 25 tahun menjadi tolak ukurnya.

 

Dalam quarterlife ini orang tsb merasa khawatir berlebihan akan pekerjaan, utang-piutang, kondisi keuangan, hubungan asmara, dan permasalahan dewasa lainnya yang baru saja dimulainya. 

 

Awalnya nih, saya mikir saya akan ngerasain hal tsb, Cuma Kalo dlihat dari poin-poin kekhawatiran memang tidak ada yg merujuk ke akhirat ya? Maksudanya duniawi orientit gituh.

 

Ngejalani hidup dengan yakin sama Allah tanpa perlu khawatir sama urusan duniawi itu ga mudah. Maksudnya kan kita dititipkan rasa takut akan kekurangan harta, makanann dll. Tapi enaknya ketika benar-benar totally tawakal sama Allah itu enak banget.

 

Usia 25 saya baru aja dimulai, dengan amanah baru yg juga tidak mudah.

Masih newbe di usia 25an saya niiih,  seperti tahun-tahun sebelumnya jalan sama bimbingan Allah adalah hal terbaik dan ga akan salah. Pandangan saya tentang hidup ga banyak berubah, kerja keras dan sertakan Allah dalam setiap urusan.

Rabu, 15 Maret 2017

Surat dari Direktur Marketing

Dear Rosi,

It has been a pleasure to know you.
I still remember the first time we interviewed you in Le Meridien Hotel during Carlisle training.
Our first impression, you are a bright, talented and trustworthy person.

Throughout the time you spent in Hospitality Equip Group, you have shown your ability to be a leader.

We are all grateful to have you in our team and we wish you best of luck in the next chapter of your life.

Best Regards,

Gilbert. F. Tan

Surat dari General Manager

Dear Rossi Nurma Yanti Rossi,
Masih jelas dalam ingatan 2 tahun lalu
Ketika pertama kali aku melihat gadis yang begitu bersemangat untuk berkarya tetapi lugu...
Itu kamu...☺
Lalu banyak waktu kita lewati bersama,
Tidur di bawah 1 atap... bekerja di bawah 1 atap...
Dan kamu masih tetap lugu dan pemalu...😊
Aku ingat pertama kali melihat kamu memakai lipstick
Kamu tampak malu malu...
Dan kamu mulai lucu...😃
Suatu malam pulang kantor kita nonton bersama teman-teman,
esok paginya kita nyanyi-nyanyi "🎵burung dara di atas tembok...🎶"
Dan kamu menari-nari menirukan gadis Malaysia dalam film itu..
Kamu tambah lucu dan sudah tidak lagi malu-malu...
Malah kadang malu-maluin...😄
Ada waktu kamu menangis tersedu-sedu tapi tetap memaksa bicara karena merasa tempat kerjamu dihina orang...
Saat itu aku begitu terharu...😓 tapi juga lucu melihat kamu menangis sambil terus bicara seperti itu...😉
Masih banyak cerita lain yang kita bagi...
Ada lucu, ada malu-malu... banyak juga malu-maluin, Rosi...😆
Tapi beberapa bulan terakhir... kamu jadi begitu penyendiri..
You're so quiet...
Kami kehilangan kamu yang dulu..
Kembalilah Rosi...
Kembalilah ceria seperti dulu
Kembalilah lucu seperti dulu
Karena satu bulan akan begitu cepat berlalu...
*if you understand what i mean....*

Senin, 13 Maret 2017

The Story.




Tidak banyak cerita Taaruf yg saya pernah dengar, selain memang menghindari saya agak sedikit takut bila mendengar cerita tentang taaruf, entah ya! Saya merasa canggung selalu jika mendengar cerita ini.


Bagi saya taaruf dan teman2nya adalah urusan yg sangat privasi, itu sebabnya saya jarang pos tentang pinky matter ini di media social.
Banyak yg kaget dan bertanya, Rosi gimana cerita saat taaruf? Memutuskan bilang iya gimana ceritanya?
Jangankan kalian, saya masih sering ga percaya that I said yes for this!

Beberapa waktu sebelum dikenalkan, saya sempat bercanda dengan salah satu adik.
Tentang Teknik Kimia, saya bilang ga habis pikir ada orang yg bisa enjoy mengerjakan Kimia, karena bagi saya it was bored! Dan saya ga menemukan kebahagiaan disana! Saya bilang nanti kalo punya suami dari Teknik Kimia, I will ask him, kok Bisa sih abang suka sama Kimia? Letak kesenangannya dimana gitu lho? Setelahnya saya ketawa nyebelin!

Waktu berjalan.

Saat pulang dari silaturrahim dengan murabbi pada suatu malam, saya mencandai beliau dengan bilang, umm cariin abi yak! Dan beliau menjawab, insya Allah yg baik akan ditemukan dengan yang baik. Tidak pernah terfikir bahwa Beliau menanggapI dengan serius, karena saya kadang juga sering gegenitan dengan teman-teman pengajian dengan bilang cariin abi.

Akhir Oktober Allah memulai aksinya.

kami bertemu dengan fasilitator murabbi, saya? Cuma bisa nunduk dan mau nangis kencang-kencang, shaking dan kedinginan. Norak ya? Banget, bahkan saya sempat kepikirian mau kabur dan ga mau keluar saking malunya.

Ga ada yg ditanyakan Beliau ke saya perihal kehidupan, padahal saya ga bikin proposal, hanya ada data untuk Tutor Rumah belajar Sunter.
sekalinya bicara …beliau bilang orang tua siap mengkhibtah ke Bengkulu.


Saya bingung, bukannya kalo taaruf itu ada jawaban ya dan tidak dan rentang waktu berfikir? Kenapa saya langsung mau dikhitbah? Ada perasaan bilang No! iya, tapi pelan-pelan ada yg mengalir di dada, rasanya ga bisa dijelasin. Saya mencoba merengkai lagi cerita kebelakang, gimana saya minta sama Allah untuk taaruf cukup sekali saja, minta pendamping yg Sholeh dan cerdas semua dijawab sama Allah melalui beliau, termasuk becandaan saya tentang teknik Kimia, beliau SMK dan kuliahnya ternyata dari Teknik Kimia, Allahu Akbar!


Setelah merenung, bicara sama Allah, Ummi dan Ibu akhirnya saya bilang yes! Ya ampyunn! Saya g berhenti nangis setelahnya. Apa ya, saya ngerasa ada jugaa yg mau sama sayah, akhirnya saya jadi gadis besar? :D…Bukan bukan, akhirnya saya bertemu dengan tahap ini juga, karena saya berprinsip, kematian itu akan datang kapan aja, which means, saya ga berani menghayal sampe khitbah, menikah dan bla b la.


Jadi ketika this is happen! Saya nangiiis aja udah.


Kalo ngaca, saya suka blushing sama diri saya sendiri, suka ngeciein…ya ampun Ros udah besar kali kau ya, setelahnya nangis lagi.


Bismillah, harapan saya semoga pernikahan ini berkah dan menambah kesholehan bagi kami, semoga dakwahnya makin militant, makin banyak bermanfaat untuk ummat dan saya mampu menjaga kehormatan, mendampingi dan menghebatkan beliau,


Mohon doanya ya, semoga kami sellau dijaga Allah, menjaga izzah sebagai kader dakwah dan izzah sebagai Muslim dan Muslimah.


Jakarta, H-9.



Selasa, 14 Februari 2017

Adikku

Tidak habis-habis rasa.
Tadi Ibu kasih tau kalo adikku sudah punya Facebook.
Aku segera mencari akun dia.

Setelah bertemu, langsung nangis dong.
Wajahnya dia ngingetin dengan perjuangan selama bertahun-tahun setelah ditinggal Ayah.

Senyumnya, matanya, bibirnya.
Ada rasa sedih yg membuncah kalo dia udah tumbuh besar.
Ada rasa ga rela kalo dia udah segede itu.
Ada rasa protektif yang membuncah disini.
Ada rasa kecewa ga disamping dia.

apa yah, sekarang ini kebanyaka rasanya sedih kali yah, maksudnya aku ga bisa dampingin dia.
bahkan kalo pulang, aku milih ga kemanapun buat ada disamping dia terus, dan itu kurang banget ternyata.

pengen nangis kuat-kuat.


Selasa, 10 Januari 2017

Psstt!! Focus Ros!

Pernah ngalamin kejadian memalukan dalam rentang waktu 11 hari?
Well ini cerita ku.


Senin, 1 Januari 2017.
Kejeduk bawah rumah anjungan Bengkulu.
asa maluuuu bangett dan sakit.
kan kalo taun baru TMII rame yah, rame keluarga untuk rekreasi.
kebayang dong betapa malunya.
Nih, aku jalan kebawah, harus agak sedikit merunduk karena masuk ke kolong rumah.
Sampe didalam aku tegakkin lagi kepalany, dan terjadilah...

Senin, 11 Januari 2017.
Meeting di Chase Plaza sama salah satu buyer.
Pas pulang, aku udah ngeliat kedepan malah, aku ga maen hp kok.
Kacanya bening banget, aku nemplok kaya cicak dan diketawain sama orang-orang di ruangan resepsionistnya.
Pas Pulang client ku nanya " Mba Lo ga papa? itu kaca banyak makan korban tauk! ada yang ampe berdarah malah, lo mah masih tahap ringan itu.
Aku jawab " Iya, kali ini ga sakit mba, tapi malunya ituloh"
-_-


 Ya Allah, jagalah aku.
Jagalah aku.
Jagalah aku.

Malu ya Allah.
Malu ya Allah.

Kamis, 05 Januari 2017

Urusan Asmara Urusan mempersemukan Muka

Ada sebagian dari kita yang blak-blakan bicara tentang keinginanya berumah tangga.
Ada sebagian dari kita yang memendamnya lalu mengadahkan tangannya dan meminta.

Semua adalah cara.
Namun, hendaknya kembalikan lagi hakikat kita sebagai wanita.

Yang malu ketika mengumbar urusan yang memerahkan muka.
Adalah tidak kesanggupan ketika mengumbar perasaan tentang ini di  banyak media.

Karena Allah sematalah sebaik tempat bercurah dan banyak berkata.


Bagiku urusan hati dan keinginan beruma tangga adalah privasi tingkat tinggi, yang sebaiknya dibicarakan dengan Allah dan yang ahli.
Tak perlu dibawa kesana-sini meski, hati teramat mengingini.

Bagaimana nanti jika kita berjodoh dengan ajal?
Bagaimana nanti, jika ada hati yang tersentuh dari yang bukan halalmu?
Mengagumimu lalu memikirkan mu?

Tidakkah itu mengerikan?
Dipikirkan sesorang yang belum tentu menjadikanmu halalnya?

Allah maha tau meski doa kadang tak terlisankan dengan lantang.
Allah maha tau meski kau teramat menginginkannya.

Allah ada cara yang kadang kita tak duga cara mainnya.
Allah ada cara yang kadang membuat kita terpesona.

Baiknya, kita simpan dan kembali ke Allah saja.
cukup satu dua yang tau.
Cukupkan ikhtiar yang sesuai alur dan tunggu.