Selasa, 04 April 2023

Muttaqina Mafaza Abdurrahman

 Muttaqina Mafaza Abdurrahman 


Adalah Anak ketiga kami, ia kuketahui ada dalam rahim, saat sedang bolak balik  mengantar almh Bibi iyuk (adik ibu mertua)  di rs cipto-rsud bekasi.


Hari itu,  aku sedang mengantar beliau Cek Up ke rs Cipto, dan memang telat makan, aku sarapan jam 10 Dan makan lagi jam 5 sore, nah karena telat makan tdi perutku rasanya kembung, mual, dan terasa tidak nyaman...sepulangnya Dr Rs, aku beli jamu kunyit,agar asam lambungnya sembuh...qadarullah beberapa Hari kemudian tidak Ada perubahan, Dan ku hitung,  haidku telat 5 hari. 

Iseng, kubelikan test pack... Jam 2 malam, hasilnya positive...masya Allah. 

Nah... Langsung saja mual muntah datang sampai ke Bulan ke-9.


Trimester 1 adalah fase terberat, karena mual muntah dan Lemas, sementara aku punya 2 balita yang aktifnya luar biasa, aktifitas pun harus dihandle sendiri, setiap pagi mengantar kakak ke sekolah, tidak jarang dimotor pun, aku Muntah.


Kondisi rumah sangat berantakan, Karena hanya ada yang membuat berantakan sementara aku tidak kuat beberes.

Sekitar 3 bulan Pertama adalah kondisi lemah, aku sangat mudah menangis. Apalagi bibi iyuk berpulang, aku gampang sakit, batuk dan pilek. saat makan, aku menangis, saat nelfon suami aku juga menangis.

Aku nggak tahu tangisan itu untuk apa, tiba tiba saja aku sedih. Aku mau menangis.

Lalu masuk ke TM 2.

Bulan bulan term kedua, Khadijah masuk RS, aku pun harus menginap disana, selang beberapa hari di RS, suami berangkat ke Sulawesi, akupun harus standby sendiri menghandle dua balita dan kehamilan masuk kebulan 5. Aku menangis waktu itu, karena badanku nggak segesit yang aku mau, sudah lumayan berat rasanya. 


Masuk ke TM 3

Braxton Hicks sering datang, anehnya rasanya sakit sekali, kontraksinya berbeda dengan dua kehamilan sebelumnya.

Mendekati hpl, aku cek ke bidan ternyata belum ada pembukaan.


Lalu, 3 Maret aku merasakan kontraksi yang lumayan intens, rasanya sakit sekali. Jam setengah satu dini hari, aku ke RS Tiara dekat rumah. 

Ternyata baru pembukaan 2, 

jam 4 baru pembukaan 3.

Jam 6 pagi pembukaan 4.

Jam 9 pembukaan 5.

Dan rentang waktu itu, rasanya mulas, ngilu dan sakit. Aku terus merintih.

Saat dipindahkan ke ruang bersalin, aku rasanya ingin segera melahirkan...tapi ternyata belum. 

Ya Allah, tiada yang bisa menggambarkan kesakitan ku, aku menangis, memukul, berteriak, menjambak dan ingin lepas dari sakitnya, tapi kata nurse blm boleh mengejan, karena belum sempurna pembukaannya, jam 1 siang aku sudah tidak kuat lagi, ternyata saat dicek sudah sempurna. 

Air ketuban sudah berwarna hijau pekat, aku diminta untuk kuat menarik nafas agar bayi segera keluar, aku hanya melihat mata suamiku, mentransfer betapa aku sudah berjuang untuk bayi kami.

Hanya tiga kali mengejan, bayiku keluar.

Yaa rabbi, Allah Alhamdulillah

Putri cantikku... karena ia dikhawatirkan terminum air ketuban, maka ia dibawa ruang pengamatan. Alhamdulillah tidak ada indikasi apa apa.


Mungkin karena aku trauma dengan rasa sakitnya, setiap kontraksi setelah melahirkan aku ketakutan. Dan darah nifas kali ini banyak, sampai merembes meski sudah pakai pembalut bersalin dua lembar.


Ya Allah, aku ikhlas atas apa yang terjadi padaku, pada badanku, aku ikhlas ya Allah.

Terima kasih sudah memberikan kesempatan sebagai ibu padaku.



Kamis, 10 November 2022

Third baby pregnancy journey

 Hiii, udah lama banget ga mampir kesini..

Sibuk sekali yaa Allah 🤭


Aku bawa kabar gembira, now we are waiting for third baby!❤️❤️❤️

Alhamdulillah senangnya...



Kamis, 18 November 2021

Kenapa sih?

Hal yg paling gak aku suka adalah laki kali rewel di medsos, rewel tu dalam hal bacotnya sampah. Ga bisa bedain mana profesional dan how them build his image, konsepnya kan gini ya, teko itu hanya mengeluarkan apa yg menjadi isinya.
True, itukan akunnya, kalo ga suka unfollow aja! 
Ya emang udah hahahaha, aku menghindari membaca status2 yg berpotensi membuat mood ga bagus, 



Then, laki laki yang ga tegas.
Ga ada rasa simpati sama sekali deh, ya Lo dikasih kelebihan sama Allah sebagai pemimpin, artinya ketegasan harus ada dalam setiap pengambilan keputusan.
Bedakan tegas dan pemarah ya gays, it have a big different


Kamis, 11 November 2021

hi

 hi Rosi


i would like to say thank you for being stronger day by day.

Thank your for commitment  to keep your high standart for life.

hard work, self commitment, honsetly and loving your kids for all the way that you can.


hi Rosi,

day by day every problem coming and hit you, on your face, on your body, your heart.

its oke, that is life darling, you can take a rest later.

for now, please hold on, you need to face this up.

with the integrity, and your ways.


hi Rosi,

no problem, if the world leave you, as long as you keep your imaan.

all the things can leave you, but you have to keep your imaan.


hi Rosi,

i know you know better than me, people can judge you with all their argument.

you know your value, your pride, and how positive people see you on their perspective.


Rosi, 

i want you never ever write the bad thing on media, if you felt bad you can directly come to Yours

say it louder, cry with self hugness, tell him for all, sickness, hopes, everything.


Rosi,

you have two amazing child, they need you, you have to survive for their future.

if felt tired baby, hold on, you will take a rest later, now time for survival.



Rosi

Kamis, 04 November 2021

Kakak dan Dudin

 Sayangku, umi tidak punya kalimat yg bisa mewakili betapa umi sangat menyayangi kalian.

Umi sangat ingin membersamai kalian sampai besar, umi selalu minta pada Allah agar umi sehat dan selalu ada untuk kalian.


Ayo kita tumbuh jadi org yg semakin baik🥰❤️

Semoga Allah memberikan umur panjang kepada umi.

Aamiin

Senin, 26 Juli 2021

Going 5 yrs of marriage life

 Hai, aku dan suami are going to 5 years.

Rumah tangga kamimu sangat harmonis, dengan love language berupa sentuhan dan kata kata romantis,,tapiii ini cuma saat dirumah😽🤭.

Suamiku akan terlihat seperti bayi kalo dirumah, manjaaaaaa sekali.

Kalo diluar ia sangat gentle, berwibawa dan tegas. Tapi kalo dirumah, ia sangat lucu dan suka ndusel2...

Suamiku sangat menghargai jika aku ingin sesuatu, ia akan berusaha memenuhi.

Ia rela muter mobil hanya karena aku mau makan bakso pedes, padahal sudah kelewatan tempat nya.

Makasiiih ya cinta.


Dalam lima tahun pernikahan, aku cukup beruntung punya mertua yg nrimo, jika aku bercerita tentang suami pada sifatnya yg kurang sesuai, karena mertua tau anaknya and she don't ruin atau kaya bela anaknya abis abisan dan memojokkan aku, itu engga.


Mertua sangat tau anaknya, jadi once kalo ada hal kecil yg ga sesuai dmata kami sbg perempuan ia akan menyabar kan, seperti iyg ia lakukan pada mertua lelaki.


Aku bebas bercerita apapun ttg anaknnya, dan ga takut untuk menahan.

Menurut ku inilah yg penting dalam menikah yaitu rasa aman bercerita.

Selasa, 20 Juli 2021

Memaafkan

 Aku mengambil keputusan untuk memaafkan.

Ini semua kulakukan semata mata untuk Allah.

Aku melihat kematian didepan mataku.

Dan aku hendak menyiapkan kematian dengan sebaik baiknya.

Tanpa rasa kecewa.


Aku hendak menemui Allah dengan urusan yg selesai dengan baik.

Minggu, 27 Juni 2021

Hai

 Hai 

Masih sedih ya kamu?

Masih ingin menangis ya? 

Kamu juga masih bingung ya..?


Kamu pernah melewati banyak ujian yg berat diantara sebayamu.

Jangan menyerah. 

Tuhan tahu hatimu.






Rabu, 16 Juni 2021

Saat jatuh-mu

 Ada hari dimana kau merasa sedih, patah hati, kecewa, marah semua terakumulasi dalam satu masa.

Saat itu, engkau benar benar buntu tanpa tahu bagaimana lagi menjelaskan kan perasaan mu.

Air mata hanyalah bentuk fisik dari kesakitan yg sudah terjadi. tubuhmu serasa tidak bertulang.

Wahai diri, sesungguhnya dirimu ialah hamba yg menerima semua dg maksud yg teramat jelas.

Kesakitan dan kesenangan adalah proses pendewasaan, pembelajaran bagi dirimu yg fakir ilmu.

Tiada tempat bergantung yg paling benar selain bersandar padaNya.


Selasa, 01 Juni 2021

Kampung halaman

 Assalamualaikum, lama tak menulis.

Rindu sekali aku dg blog ini.

Saat ini aku sedang pulang ke kampung halaman, ini adalah pulang kampung paling lama sejak memulai merantau dari tahun 2010 yang lalu.

Sejenak aku juga merasa asing, adik yg kutinggalkan saat TK kini ia sudah SMA, tentu ia sudah bisa berkonflik.

Ibu yang dulu kutinggalkan dengan kesederhanaan kini setapak sudah membaik ekonomi nya.

Banyak hal yg membuat ku sedikit berbeda, tapi tak menyurutkan perasaan hangat dan lengkap.

Bahwa aku kembali pada tempat yg bersejarah.

Tempat aku menghabiskan masa kecil, tempat yang membentuk kepribadianku.

Aku terkaget jika melihat tetangga yg duku kecil kini sudah beranak Pinak, sudah dewasa.

Ada juga yg dulu segar bugar kini telah tiada.

Tapi semua tetap berjalan.

Maka, aku berpikir jika aku tiada dunia tetap baik baik saja.

Tapi aku punya keluarga kecil yg harus aku siapkan masa depannya.

Anakku Kakak Khadijah dan Izzuddin

Cintaku, nyawaku.

Tak putus doa umi ingin membersamai kalian hingga dewasa, ingin merawat, membesar, mendidik dan memberikan kalian kasih sayang.

Umi sangat menyayangi kalian.


Selasa, 28 April 2020

Ramadhan kali ini

Ada yang berbeda kali ini.
Ramadhan kali ini tidak bersama cintaku.
Suamiku tertahan di Sulawesi karena pandemi, seharusnya ia pulang setelah satu bulan on site, lalu beliau terkena sistem lock down lokal di tambang selama satu bulan, lalu kena imbas tutupnya penerbangan selama satu bulan.
Total 3 bulan berjauhan, membuatku sedih.
I need him.
Aku menghawatirkannya, beliau bekerja 3 bulan nonstop dengan 12 jam perhari.
Aku takut ia sakit, mengingat tidak ada chemist yg bisa menggantikan beliau di site.
Rasanya aku ingin terbang, sekedar untuk menyiapkan makanannya, buah, minumnya, baju kerjanya.
Karena selama menikah, aku menyiapkan semuanya, aku khawatir ia tidak terbiasa.
Sering ia bilang, umi masak apa sayang. Abi mau.
Duh sedih sekali, aku bilang, sabar ya nanti pulang umi masakin.
Aku tidak pernah dengan sengaja menunjukkan aku ingin selalu berdekatan dengannya, tapi ketika tahu akan terkena lock down aku tak bisa menahan tangis.
Lelaki baik itu semoga dipertemukan kembali denganku.
Aku rindu sekali.
Dengan hal hal kecil selama ia dirumah.
Aku rindu suaranya yg bergema, lalu melihatnya bermain bersama anak anak.
Aku rindu membuatkan masakan untuknya.
Aku rindu berdebat dengannya.
Aku rindu suara tilawahnya.
Kan, aku menangis lagi.
:(
Semoga Abi bisa pulang lebih cepat ya sayang, kangen sekali umi.
Anak anak apalagi.
Kakak sering panggil Abi.
 We Miss you Abi.
Cintanya umi

Sabtu, 22 Februari 2020

Muhammad Izzuddin Al Qossam




Muhammad Izzuddin Al Qossam
Jumat, 21 Februari 2020
Jam 1.57 Dini Hari.
And here's your born story.
Allah menitipkan Izzuddin di rahim umi, saat umi baru memulai berkarir, ada kakak Khadijah dan Abi di Sulawesi.
Keadaan yg belum pernah umi rasakan dan umi tidak punya pengalaman sebelumnya, tidak ada pilihan selain learning by doing dan learning by mistakes.
Tapi umi percaya, bahwa semakin besar tantangan yg umi hadapi maka anak umi akan semakin tangguh, semakin berat maka umi akan semakin tertempa.
Kita memulai semuanya dengan pembelajaran, sungguh banyak sekali hal-hal yg umi petik saat hamil Izzuddin.
Izzuddin diperkirakan akan lahir di awal bulan maret, dan bertepatan dengan jadwal libur abi dan semua sudah direncanakan.
Qodarullah, Umi dan Izzuddin kecelakaan saat umi hamil 7 bulan, dan itu mengubah kondisi kehamilan umi.
Umi memutuskan cuti lebih cepat dari yg sudah umi dan abi rencanakan, entah kenapa feeling umi Izzuddin akan lahir lebih cepat.
Oh ya, Ketika kehamilan umi masuk trimester ketiga, Kakak Khadijah menjadi super duper manja, dan moody-an, lebih suka minta gendong padahal sebelumnya lebih suka jalan sendiri, kalo makan suka minta dipangku, lebih emosional ketika minta sesuatu, dan agak sulit diajak bernegosiasi.
Umi belajar lagi, bagaimana menghandle moodnya, tentu kadang umi lepas kendali.
Setelahnya umi minta maaf, menceritakan apa yg umi rasakan kepada kakak dan kita pelukan, artinya we made a peace.
anw, lets jump to point.
Umi dan Abi sudah mengikhlaskan jika memang, Izzuddin akan lahir sebelum abi pulang, karena apapun yg umi dan abi jalani adalah sebuah hal yg sudah diatur Allah, dan kami harus ikhlas menerimanya, padahal sesungguhnya umi sangat ingin ada abi yg mendampingi, but this is life.
Umi juga ikhlas atas semua ketetapan Allah atas usia umi saat melahirkan nanti.
Hari kamis, 20 Februari jam 2 dini hari umi mulai merasakan kontraksi, kontraksi dengan interval agak lama dan tipis-tipis.
Kamis malam, jam 8, Setelah konsultasi dengan bidan, umi memutuskan untuk cek.
Ternyata sudah menuju pembukaan tiga.
Umi kaget, ternyata kontraksi yg tipis-tipis itu sudah menuju ke tiga, saran bidannya ketika kontraksi umi jongkok agar membantu pembukaan lebih cepat, umi ikui, setap kontraksi datang, umi jongkok, and baby, to be honest Thats really-really hurt.
Selama kontraksi, umi didampingi abi via video call.
Sampai di jam 11 malam umi mulai merasakan kontraksi yg sangat rapat, dan membuat pertahanan "Kalem" akhirnya lepas. Umi keringatan menahan sakit, mengatur nafas meski kontraksi datang seperti tidak berjeda.
Jam 1 Malam, umi sampai diklinik, dan pembukaan hampir sempurna, Ya Allah, antara menahan sakit, mengantuk, dan tidak percaya proses pembukaan yg begitu cepat. Pantas rasa sakitnya tidak tertahankan.
Jam 1.30 Umi masuk ke ruang bersalin,dan kamu ya bener-bener. Bidan bilang belum boleh mengedan, kamu udah minta keluar, rasa sakitnya berkali lipat tau dek. Bahkan AC ruangan ga ngefek, kening umi basah keringatan, rasanya hampir hilang kesadaran kalo pipi umi ga ditepuk-tepuk dan dibisikkan kalimat tauhid.
Akhirnya umi dibolehkan mengedan, tiga kali mengedan dalam satu kontraksi yg panjang, Allah ya Rabbi, akhirnya Izzuddin lahir, umi masih terbayang jelas, bentuk punggung dan dan rambut kamu dari belakang.
Kamu memangis dengan lantang, dan bersahutan dengan tangisan umi hehehe.
Setelahnya baru kita bisa video call an dengan abi, dan kita nangis bertiga.
Alhamdulillah.
Semuanya dimudahkan Allah.
Semoga umi dan abi diberikan kesempatan membesarkan kamu dan Kakak Khadijah dengan kemampuan terbaik kami, membesarkan kalian dengan Iman.
Harapan umi dan abi ada pada makna nama-nama kalian ya sayang.
Finally, salam hangat.
Rosi-yang sudah punya anak dua.
Cant believe it.
Alhamdulillah.
23 Februari.
Bekasi, dini hari, petir dan hujan deras (Kayanya didepan banjir)

Selasa, 06 Agustus 2019

2019

Lama sekali ga menulis lagi di blog ini.
Sungguh aku rindu.

Banyak sekali yang sudah aku lewati, terakhir menulis ketika Khadijah lahir hingga ia besar, aku tidak menulis lagi.
Ternyata tidak berasa ya.

Aku akan memulai dengan kabar bahagia, ya, saat ini aku hamil lagi.
usianya 10 minggu.
Adiknya Khadijah sedang  bertumbuh diperutku.
Meski ini tidak direncanakan, tapi aku Tau suamiku merencanakan aku hamil sesegera mungkin, lalu Allah mengabulkannya, dan suamiku happy sekali.
Aku? tentu aku happy, bagaimana tidak, diberikan kepercayaan lagi adalah anugerah, artinya Allah mengizinkan


Tahun ini Allah memberi kami banyak kebahagiaan, insya Allah akan pindah kerumah baru, suamiku naik pangkat, aku hamil lagi, adikku masuk SMA.
Alhamdulillah.
Semoga kami terus bersyukur dan mawas diri terhadap nikmat yang Allah beri.
Semoga kami terus ringan dalam memberi untuk orang tua, bersedekeah, kurban, waqaf dan amal amal lainnya.



Kamis, 29 Maret 2018

A little story from Our first daughter born day.

Khadijah Nurizzatunnisa Abdurrahman

Selama trimester terakhir, umi makin sering membayangkan dan mencoba meraba sampai dimana dan sesakit apa proses persalinan.

Dan umi menyimpulkan bahwa persalinan itu bicara tentang perjuangan dan berserah diri setelah sekian bulan membawa kamu dalam rahim umi.

Rasa sakit yg umi bayangkan ternyata tidak ada apa2 dengan rasa sakit yg sesungguhnya,  rasa kesakitan, kelelahan setelah semalaman tidak tidur, rasa ingin berjuang, excited karena sebentar lagi ketemu Khadijah, dan paling dominan adalah rasa pasrah, karena umi ga ada tenaga lagi untuk mengedan.

Saat diminta untuk mengedan, umi diminta mengangkat kepala dan pandangan diarahkan ke perut, there I tried to talked with you,

"come on baby, hurry up"
Dan prosesnya berkali kali, umi ga kuat lagi.
Umi ga kuat karena sakit sekali.

Dan sampai pada satu titik, ummi Diah bilang.

"Rosi, taruh salah satu kaki Rosi ke pinggang ummi dan dorong sekuat tenaga saat rasa mulasnya datang"
"Ummi mau tau, seberapa banyak tenaga Rosi"

Padahal udah ga kuat ya Allah.
Dan ternyata it work, jadi ketika ada tumpuan, umi tiba tiba dapat tenaga mendorong dengan kuat dengan tarikan nafas yg panjang.

Allahu Akbar, dengan teriakan takbir dan geraman tertahan dari abi kamu, Khadijah akhirnya berhasil lahir dengan selamat, alhamdulillah.

Semua menangis, abi, nenek dan jiddah menangis, kiss my head said hamdallah and congrats for your born.

Umi masih berasa diawang-awang, karena rasa sakit tadi hilang ga berbekas. And still can't believe that I'm officially as a mother, you are here.
After 9 months we are doing all things together, now you here.
Ada didepan mata umi.

Kamu menangis dengan lantang, dan umi bilang cantik sekali anak gadis umi.
Best part adalah, saat assisten Bidan ummi Diah kasih lihat muka khadijah, umi bilang "Assalamualaikum Khadijah", kamu lihat ke umi dan senyum...itu rasanyaa kaya ngefly levelnya mungkin diatas bahagia kali ya.

Last part, puji syukur kpd Allah telah memberikan umi kesempatan melahirkan dan melihat kamu, semoga sampai tumbuh besar, sampai umi melihat kamu manjadi hafidzah.

terima kasih kepada abi yg sudah jadi suami siaga dari awal menikah hingga hari ini, kasih support dan jadi pelampiasan rasa sakit selama kontraksi.

Terima kasih kepada Ibu yg langsung terbang dari bengkulu ke bekasi dan kasih efek nyaman, disayangi selama ini. Kasih support, touched me dan ciuman hangat dikening. I love the way my mother show her love to me.

Terima kasih pada ibu mertua, dari awal menikah till now she love so much, give me many attention, love and care.
Paling epik pas khadijah baru aja lahir, she came, kiss my head and said, selamat ya nak, kamu jangan kapok melahirkan ya. Hahaha.

Terima kasih untuk ummi Diah dan mba ike, yg bikin suasana saat persalinan santai dan penuh kekeluargaan walau uminya yang ga santai.

Ibroh yg umi dapatkan since proses persalinan adalah ketika Allah menitipkan kamu dalam rahim umi, semua fisik dan anggota badan umi sudah disiapkan dengan sangat baik, termasuk menahan rasa sakit. Kemudian cara terbaik menghadapi persalinan adalah dengan terus berjuang meski kamu punya sedikit keyakinan tuk itu.

Harapan umi dan abi semoga Khadijah menjdi Anak sholihah, hafidzah, qurrota a'yun dan banyak menebar manfaat di jalan Allah... Aamiin.

Bekasi, Ba'da Isya 29 Maret 2018.
Rosi




Kamis, 25 Januari 2018

After Marriage Life Story

Assalamu'alaikum,

Long time  no see.
Oh maafkan aku yg sibuk dengan penyesuaian setelah menikah.
Kerja, Kuliah, IRT dan sekarang hamil,  i dont have much time for writing.

So, sekarang aku lagi hamil 30 weeks, sekitar 9 atau 10 weeks lagi aku bakal ngelahirin insya Allah.

Rasanya jadi istri.....
Amazing dan semoga Allah memberkahi.
Dari ngebuka mata sampai mau istriahat malam hari adalah waktu dimana aku harus nyiapin semua kebutuhan beliau. Itu kaya ladang ibadah banget buat aku.
Mungkin karena aku punya karakter biru dan melankolis kali ya, tipe orang yg suka melayani dan paling senang nyenengi orang.

Dari sebelum nikah, aku punya harapan kalo aku mau handle kebutuhan suami tanpa bantuan maid, sama siapin beliau bekal tiap hari. And ya, i did it.
Sedikit repot, tapi im happy, soalnya beliau ga suka makan sayur dan pola makannya berantakan, kalo didiemin suka jajan mie ayam, bakso, mie goreng dan soto dll, which is aku ga terlalu suka.
Tapi kalo sudah pengen banget, biasanya beliau izin " sayang boleh jajan bakso ya" some time i give approval but  some time i said NO, hahaha.


Ini kegiatan aku kalo lagi Working Days.

Morning Routine:
Masak dan siapin Bekal ke kantor, Siapin pakaian untuk kerja, buatkan Teh Hangat dan sarapan.
After That beliau ke kantor kerja.

Karena office hournya di 12 jam sehari dari jam 7 pagi - 7 malam, biasanya sampe rumah jam 8.

Afternoon Routine:
Jam 17.30 biasanya aku sampai rumah, kalo malam biasanya beiau minta minuman dingin, aku biasa siapin teh, jus buah (beliau paling suka jeruk atau alpukat) atau susu kedelai dingin dengan camilan manis kaya cake atau biskuit, lanjut masak untuk makan malam. After that siapin pakaian untuk dipakai  setelah mandi.

Night Routine:
Biasanya abis Isya aku rehat, soale my baby and my body are need berbaring sejenak.
mungkin pengaruh anak kali yes, jadi aku gampang lelah.
Jam 8 malam biasanya beliau sampe rumah, dan langsung buka kulkas buat minum yg sudah disiapin.
And sembari nunggu teh habis, kita ngobrol tentang hari itu.

Itu kalo lagi kerja.

Modelnya ga jauh beda kalo hari kuliah sih.

Some days, kita jalan atau makan diluar, paling sering makan sik, kalo nonton beliau susah kasih izin karena standart film yg boleh ditonton adalah yg baik menurut beliau.
Tapi itu juga jarang makan diluar, selain kita berdua ga bisa begadang dan pecinta bantal kelas berat dan ga terlalu suka diluar rumah, jadi kita milih di rumah sambil nonton video komedi.

Bentar lagi lahiran, aku kayanya mau stay for a while dirumah, dan totally handle bayiku. Yah kalo ada pekerjaan yg ga memberatkan mungkin aku akan mempertimbangkan but later.
caused i need a field to expression my mind. Entah mengajar atau tetap jadi marketer.


Rosi
25 Jan 2018




Minggu, 02 April 2017

Usia 25?!-Oh Yeah That’s Me.





Nemu artikel tentang quarterlife crisis disalah satu web, jadi di usia 25 tahun adalah tolak ukur untuk meraih banyak kesempatan dalam hidup. Saya belum tau nih indikator apa yg dijadikan acuan sehingga 25 tahun menjadi tolak ukurnya.

 

Dalam quarterlife ini orang tsb merasa khawatir berlebihan akan pekerjaan, utang-piutang, kondisi keuangan, hubungan asmara, dan permasalahan dewasa lainnya yang baru saja dimulainya. 

 

Awalnya nih, saya mikir saya akan ngerasain hal tsb, Cuma Kalo dlihat dari poin-poin kekhawatiran memang tidak ada yg merujuk ke akhirat ya? Maksudanya duniawi orientit gituh.

 

Ngejalani hidup dengan yakin sama Allah tanpa perlu khawatir sama urusan duniawi itu ga mudah. Maksudnya kan kita dititipkan rasa takut akan kekurangan harta, makanann dll. Tapi enaknya ketika benar-benar totally tawakal sama Allah itu enak banget.

 

Usia 25 saya baru aja dimulai, dengan amanah baru yg juga tidak mudah.

Masih newbe di usia 25an saya niiih,  seperti tahun-tahun sebelumnya jalan sama bimbingan Allah adalah hal terbaik dan ga akan salah. Pandangan saya tentang hidup ga banyak berubah, kerja keras dan sertakan Allah dalam setiap urusan.

Rabu, 15 Maret 2017

Surat dari Direktur Marketing

Dear Rosi,

It has been a pleasure to know you.
I still remember the first time we interviewed you in Le Meridien Hotel during Carlisle training.
Our first impression, you are a bright, talented and trustworthy person.

Throughout the time you spent in Hospitality Equip Group, you have shown your ability to be a leader.

We are all grateful to have you in our team and we wish you best of luck in the next chapter of your life.

Best Regards,

Gilbert. F. Tan

Surat dari General Manager

Dear Rossi Nurma Yanti Rossi,
Masih jelas dalam ingatan 2 tahun lalu
Ketika pertama kali aku melihat gadis yang begitu bersemangat untuk berkarya tetapi lugu...
Itu kamu...
Lalu banyak waktu kita lewati bersama,
Tidur di bawah 1 atap... bekerja di bawah 1 atap...
Dan kamu masih tetap lugu dan pemalu...😊
Aku ingat pertama kali melihat kamu memakai lipstick
Kamu tampak malu malu...
Dan kamu mulai lucu...😃
Suatu malam pulang kantor kita nonton bersama teman-teman,
esok paginya kita nyanyi-nyanyi "🎵burung dara di atas tembok...🎶"
Dan kamu menari-nari menirukan gadis Malaysia dalam film itu..
Kamu tambah lucu dan sudah tidak lagi malu-malu...
Malah kadang malu-maluin...😄
Ada waktu kamu menangis tersedu-sedu tapi tetap memaksa bicara karena merasa tempat kerjamu dihina orang...
Saat itu aku begitu terharu...😓 tapi juga lucu melihat kamu menangis sambil terus bicara seperti itu...😉
Masih banyak cerita lain yang kita bagi...
Ada lucu, ada malu-malu... banyak juga malu-maluin, Rosi...😆
Tapi beberapa bulan terakhir... kamu jadi begitu penyendiri..
You're so quiet...
Kami kehilangan kamu yang dulu..
Kembalilah Rosi...
Kembalilah ceria seperti dulu
Kembalilah lucu seperti dulu
Karena satu bulan akan begitu cepat berlalu...
*if you understand what i mean....*

Senin, 13 Maret 2017

The Story.




Tidak banyak cerita Taaruf yg saya pernah dengar, selain memang menghindari saya agak sedikit takut bila mendengar cerita tentang taaruf, entah ya! Saya merasa canggung selalu jika mendengar cerita ini.


Bagi saya taaruf dan teman2nya adalah urusan yg sangat privasi, itu sebabnya saya jarang pos tentang pinky matter ini di media social.
Banyak yg kaget dan bertanya, Rosi gimana cerita saat taaruf? Memutuskan bilang iya gimana ceritanya?
Jangankan kalian, saya masih sering ga percaya that I said yes for this!

Beberapa waktu sebelum dikenalkan, saya sempat bercanda dengan salah satu adik.
Tentang Teknik Kimia, saya bilang ga habis pikir ada orang yg bisa enjoy mengerjakan Kimia, karena bagi saya it was bored! Dan saya ga menemukan kebahagiaan disana! Saya bilang nanti kalo punya suami dari Teknik Kimia, I will ask him, kok Bisa sih abang suka sama Kimia? Letak kesenangannya dimana gitu lho? Setelahnya saya ketawa nyebelin!

Waktu berjalan.

Saat pulang dari silaturrahim dengan murabbi pada suatu malam, saya mencandai beliau dengan bilang, umm cariin abi yak! Dan beliau menjawab, insya Allah yg baik akan ditemukan dengan yang baik. Tidak pernah terfikir bahwa Beliau menanggapI dengan serius, karena saya kadang juga sering gegenitan dengan teman-teman pengajian dengan bilang cariin abi.

Akhir Oktober Allah memulai aksinya.

kami bertemu dengan fasilitator murabbi, saya? Cuma bisa nunduk dan mau nangis kencang-kencang, shaking dan kedinginan. Norak ya? Banget, bahkan saya sempat kepikirian mau kabur dan ga mau keluar saking malunya.

Ga ada yg ditanyakan Beliau ke saya perihal kehidupan, padahal saya ga bikin proposal, hanya ada data untuk Tutor Rumah belajar Sunter.
sekalinya bicara …beliau bilang orang tua siap mengkhibtah ke Bengkulu.


Saya bingung, bukannya kalo taaruf itu ada jawaban ya dan tidak dan rentang waktu berfikir? Kenapa saya langsung mau dikhitbah? Ada perasaan bilang No! iya, tapi pelan-pelan ada yg mengalir di dada, rasanya ga bisa dijelasin. Saya mencoba merengkai lagi cerita kebelakang, gimana saya minta sama Allah untuk taaruf cukup sekali saja, minta pendamping yg Sholeh dan cerdas semua dijawab sama Allah melalui beliau, termasuk becandaan saya tentang teknik Kimia, beliau SMK dan kuliahnya ternyata dari Teknik Kimia, Allahu Akbar!


Setelah merenung, bicara sama Allah, Ummi dan Ibu akhirnya saya bilang yes! Ya ampyunn! Saya g berhenti nangis setelahnya. Apa ya, saya ngerasa ada jugaa yg mau sama sayah, akhirnya saya jadi gadis besar? :D…Bukan bukan, akhirnya saya bertemu dengan tahap ini juga, karena saya berprinsip, kematian itu akan datang kapan aja, which means, saya ga berani menghayal sampe khitbah, menikah dan bla b la.


Jadi ketika this is happen! Saya nangiiis aja udah.


Kalo ngaca, saya suka blushing sama diri saya sendiri, suka ngeciein…ya ampun Ros udah besar kali kau ya, setelahnya nangis lagi.


Bismillah, harapan saya semoga pernikahan ini berkah dan menambah kesholehan bagi kami, semoga dakwahnya makin militant, makin banyak bermanfaat untuk ummat dan saya mampu menjaga kehormatan, mendampingi dan menghebatkan beliau,


Mohon doanya ya, semoga kami sellau dijaga Allah, menjaga izzah sebagai kader dakwah dan izzah sebagai Muslim dan Muslimah.


Jakarta, H-9.



Selasa, 14 Februari 2017

Adikku

Tidak habis-habis rasa.
Tadi Ibu kasih tau kalo adikku sudah punya Facebook.
Aku segera mencari akun dia.

Setelah bertemu, langsung nangis dong.
Wajahnya dia ngingetin dengan perjuangan selama bertahun-tahun setelah ditinggal Ayah.

Senyumnya, matanya, bibirnya.
Ada rasa sedih yg membuncah kalo dia udah tumbuh besar.
Ada rasa ga rela kalo dia udah segede itu.
Ada rasa protektif yang membuncah disini.
Ada rasa kecewa ga disamping dia.

apa yah, sekarang ini kebanyaka rasanya sedih kali yah, maksudnya aku ga bisa dampingin dia.
bahkan kalo pulang, aku milih ga kemanapun buat ada disamping dia terus, dan itu kurang banget ternyata.

pengen nangis kuat-kuat.