Senin, 26 Juli 2021

Going 5 yrs of marriage life

 Hai, aku dan suami are going to 5 years.

Rumah tangga kamimu sangat harmonis, dengan love language berupa sentuhan dan kata kata romantis,,tapiii ini cuma saat dirumah😽🤭.

Suamiku akan terlihat seperti bayi kalo dirumah, manjaaaaaa sekali.

Kalo diluar ia sangat gentle, berwibawa dan tegas. Tapi kalo dirumah, ia sangat lucu dan suka ndusel2...

Suamiku sangat menghargai jika aku ingin sesuatu, ia akan berusaha memenuhi.

Ia rela muter mobil hanya karena aku mau makan bakso pedes, padahal sudah kelewatan tempat nya.

Makasiiih ya cinta.


Dalam lima tahun pernikahan, aku cukup beruntung punya mertua yg nrimo, jika aku bercerita tentang suami pada sifatnya yg kurang sesuai, karena mertua tau anaknya and she don't ruin atau kaya bela anaknya abis abisan dan memojokkan aku, itu engga.


Mertua sangat tau anaknya, jadi once kalo ada hal kecil yg ga sesuai dmata kami sbg perempuan ia akan menyabar kan, seperti iyg ia lakukan pada mertua lelaki.


Aku bebas bercerita apapun ttg anaknnya, dan ga takut untuk menahan.

Menurut ku inilah yg penting dalam menikah yaitu rasa aman bercerita.

Selasa, 20 Juli 2021

Memaafkan

 Aku mengambil keputusan untuk memaafkan.

Ini semua kulakukan semata mata untuk Allah.

Aku melihat kematian didepan mataku.

Dan aku hendak menyiapkan kematian dengan sebaik baiknya.

Tanpa rasa kecewa.


Aku hendak menemui Allah dengan urusan yg selesai dengan baik.

Minggu, 27 Juni 2021

Hai

 Hai 

Masih sedih ya kamu?

Masih ingin menangis ya? 

Kamu juga masih bingung ya..?


Kamu pernah melewati banyak ujian yg berat diantara sebayamu.

Jangan menyerah. 

Tuhan tahu hatimu.






Rabu, 16 Juni 2021

Saat jatuh-mu

 Ada hari dimana kau merasa sedih, patah hati, kecewa, marah semua terakumulasi dalam satu masa.

Saat itu, engkau benar benar buntu tanpa tahu bagaimana lagi menjelaskan kan perasaan mu.

Air mata hanyalah bentuk fisik dari kesakitan yg sudah terjadi. tubuhmu serasa tidak bertulang.

Wahai diri, sesungguhnya dirimu ialah hamba yg menerima semua dg maksud yg teramat jelas.

Kesakitan dan kesenangan adalah proses pendewasaan, pembelajaran bagi dirimu yg fakir ilmu.

Tiada tempat bergantung yg paling benar selain bersandar padaNya.


Selasa, 01 Juni 2021

Kampung halaman

 Assalamualaikum, lama tak menulis.

Rindu sekali aku dg blog ini.

Saat ini aku sedang pulang ke kampung halaman, ini adalah pulang kampung paling lama sejak memulai merantau dari tahun 2010 yang lalu.

Sejenak aku juga merasa asing, adik yg kutinggalkan saat TK kini ia sudah SMA, tentu ia sudah bisa berkonflik.

Ibu yang dulu kutinggalkan dengan kesederhanaan kini setapak sudah membaik ekonomi nya.

Banyak hal yg membuat ku sedikit berbeda, tapi tak menyurutkan perasaan hangat dan lengkap.

Bahwa aku kembali pada tempat yg bersejarah.

Tempat aku menghabiskan masa kecil, tempat yang membentuk kepribadianku.

Aku terkaget jika melihat tetangga yg duku kecil kini sudah beranak Pinak, sudah dewasa.

Ada juga yg dulu segar bugar kini telah tiada.

Tapi semua tetap berjalan.

Maka, aku berpikir jika aku tiada dunia tetap baik baik saja.

Tapi aku punya keluarga kecil yg harus aku siapkan masa depannya.

Anakku Kakak Khadijah dan Izzuddin

Cintaku, nyawaku.

Tak putus doa umi ingin membersamai kalian hingga dewasa, ingin merawat, membesar, mendidik dan memberikan kalian kasih sayang.

Umi sangat menyayangi kalian.


Selasa, 28 April 2020

Ramadhan kali ini

Ada yang berbeda kali ini.
Ramadhan kali ini tidak bersama cintaku.
Suamiku tertahan di Sulawesi karena pandemi, seharusnya ia pulang setelah satu bulan on site, lalu beliau terkena sistem lock down lokal di tambang selama satu bulan, lalu kena imbas tutupnya penerbangan selama satu bulan.
Total 3 bulan berjauhan, membuatku sedih.
I need him.
Aku menghawatirkannya, beliau bekerja 3 bulan nonstop dengan 12 jam perhari.
Aku takut ia sakit, mengingat tidak ada chemist yg bisa menggantikan beliau di site.
Rasanya aku ingin terbang, sekedar untuk menyiapkan makanannya, buah, minumnya, baju kerjanya.
Karena selama menikah, aku menyiapkan semuanya, aku khawatir ia tidak terbiasa.
Sering ia bilang, umi masak apa sayang. Abi mau.
Duh sedih sekali, aku bilang, sabar ya nanti pulang umi masakin.
Aku tidak pernah dengan sengaja menunjukkan aku ingin selalu berdekatan dengannya, tapi ketika tahu akan terkena lock down aku tak bisa menahan tangis.
Lelaki baik itu semoga dipertemukan kembali denganku.
Aku rindu sekali.
Dengan hal hal kecil selama ia dirumah.
Aku rindu suaranya yg bergema, lalu melihatnya bermain bersama anak anak.
Aku rindu membuatkan masakan untuknya.
Aku rindu berdebat dengannya.
Aku rindu suara tilawahnya.
Kan, aku menangis lagi.
:(
Semoga Abi bisa pulang lebih cepat ya sayang, kangen sekali umi.
Anak anak apalagi.
Kakak sering panggil Abi.
 We Miss you Abi.
Cintanya umi

Sabtu, 22 Februari 2020

Muhammad Izzuddin Al Qossam




Muhammad Izzuddin Al Qossam
Jumat, 21 Februari 2020
Jam 1.57 Dini Hari.
And here's your born story.
Allah menitipkan Izzuddin di rahim umi, saat umi baru memulai berkarir, ada kakak Khadijah dan Abi di Sulawesi.
Keadaan yg belum pernah umi rasakan dan umi tidak punya pengalaman sebelumnya, tidak ada pilihan selain learning by doing dan learning by mistakes.
Tapi umi percaya, bahwa semakin besar tantangan yg umi hadapi maka anak umi akan semakin tangguh, semakin berat maka umi akan semakin tertempa.
Kita memulai semuanya dengan pembelajaran, sungguh banyak sekali hal-hal yg umi petik saat hamil Izzuddin.
Izzuddin diperkirakan akan lahir di awal bulan maret, dan bertepatan dengan jadwal libur abi dan semua sudah direncanakan.
Qodarullah, Umi dan Izzuddin kecelakaan saat umi hamil 7 bulan, dan itu mengubah kondisi kehamilan umi.
Umi memutuskan cuti lebih cepat dari yg sudah umi dan abi rencanakan, entah kenapa feeling umi Izzuddin akan lahir lebih cepat.
Oh ya, Ketika kehamilan umi masuk trimester ketiga, Kakak Khadijah menjadi super duper manja, dan moody-an, lebih suka minta gendong padahal sebelumnya lebih suka jalan sendiri, kalo makan suka minta dipangku, lebih emosional ketika minta sesuatu, dan agak sulit diajak bernegosiasi.
Umi belajar lagi, bagaimana menghandle moodnya, tentu kadang umi lepas kendali.
Setelahnya umi minta maaf, menceritakan apa yg umi rasakan kepada kakak dan kita pelukan, artinya we made a peace.
anw, lets jump to point.
Umi dan Abi sudah mengikhlaskan jika memang, Izzuddin akan lahir sebelum abi pulang, karena apapun yg umi dan abi jalani adalah sebuah hal yg sudah diatur Allah, dan kami harus ikhlas menerimanya, padahal sesungguhnya umi sangat ingin ada abi yg mendampingi, but this is life.
Umi juga ikhlas atas semua ketetapan Allah atas usia umi saat melahirkan nanti.
Hari kamis, 20 Februari jam 2 dini hari umi mulai merasakan kontraksi, kontraksi dengan interval agak lama dan tipis-tipis.
Kamis malam, jam 8, Setelah konsultasi dengan bidan, umi memutuskan untuk cek.
Ternyata sudah menuju pembukaan tiga.
Umi kaget, ternyata kontraksi yg tipis-tipis itu sudah menuju ke tiga, saran bidannya ketika kontraksi umi jongkok agar membantu pembukaan lebih cepat, umi ikui, setap kontraksi datang, umi jongkok, and baby, to be honest Thats really-really hurt.
Selama kontraksi, umi didampingi abi via video call.
Sampai di jam 11 malam umi mulai merasakan kontraksi yg sangat rapat, dan membuat pertahanan "Kalem" akhirnya lepas. Umi keringatan menahan sakit, mengatur nafas meski kontraksi datang seperti tidak berjeda.
Jam 1 Malam, umi sampai diklinik, dan pembukaan hampir sempurna, Ya Allah, antara menahan sakit, mengantuk, dan tidak percaya proses pembukaan yg begitu cepat. Pantas rasa sakitnya tidak tertahankan.
Jam 1.30 Umi masuk ke ruang bersalin,dan kamu ya bener-bener. Bidan bilang belum boleh mengedan, kamu udah minta keluar, rasa sakitnya berkali lipat tau dek. Bahkan AC ruangan ga ngefek, kening umi basah keringatan, rasanya hampir hilang kesadaran kalo pipi umi ga ditepuk-tepuk dan dibisikkan kalimat tauhid.
Akhirnya umi dibolehkan mengedan, tiga kali mengedan dalam satu kontraksi yg panjang, Allah ya Rabbi, akhirnya Izzuddin lahir, umi masih terbayang jelas, bentuk punggung dan dan rambut kamu dari belakang.
Kamu memangis dengan lantang, dan bersahutan dengan tangisan umi hehehe.
Setelahnya baru kita bisa video call an dengan abi, dan kita nangis bertiga.
Alhamdulillah.
Semuanya dimudahkan Allah.
Semoga umi dan abi diberikan kesempatan membesarkan kamu dan Kakak Khadijah dengan kemampuan terbaik kami, membesarkan kalian dengan Iman.
Harapan umi dan abi ada pada makna nama-nama kalian ya sayang.
Finally, salam hangat.
Rosi-yang sudah punya anak dua.
Cant believe it.
Alhamdulillah.
23 Februari.
Bekasi, dini hari, petir dan hujan deras (Kayanya didepan banjir)