Selasa, 30 Oktober 2012
RUANG CERITA
Kemana aku kan bercerita?
Mengadu iba hati nan luka
Kemana hati kan berpaut?
Mencari obat yang mujarab.
Kemana aku kan menjerit?
Kemana akan ku bagi iba?
Air mata anak yatim yang tak berguna,
Kemana akan kubagi
luka ,
Untuk orang yang sudi , menghapus lara
Kemana akan ku berjalan ,
Membagi beban yang kian berat...
*1 hari setelah idul adha 2012
HAKIKAT NYA CINTA
Apa hakikat cinta ???
Apa hakikat kesetiaan ???
Apakah setelah
kematian memisahkan , pasangan yang ditinggalkan berhak tuk melupakannya ?
segara menggantikannya dengan yang baru?
Apakah yang dirasakan oleh yang pergi dijemput tuhan ?
Sakitkah ?
Atau
Kecewakah ?
Apakah yang dirasakan oleh yang ditinggalkan ?
Senang akan menemukan pengganti yang baru ?
Atau
Sedih karena ia tak sanggup melupakan ?
Aku bingung...Apa hakikat cinta ???
Apa hakikat kesetiaan ???
Apakah setelah
kematian memisahkan , pasangan yang ditinggalkan berhak tuk melupakannya ?
segara menggantikannya dengan yang baru?
Apakah yang dirasakan oleh yang pergi dijemput tuhan ?
Sakitkah ?
Atau
Kecewakah ?
Apakah yang dirasakan oleh yang ditinggalkan ?
Senang akan menemukan pengganti yang baru ?
Atau
Sedih karena ia tak sanggup melupakan ?
Aku bingung...Apa hakikat cinta ???
Apa hakikat kesetiaan ???
Apakah setelah
kematian memisahkan , pasangan yang ditinggalkan berhak tuk melupakannya ?
segara menggantikannya dengan yang baru?
Apakah yang dirasakan oApa hakikat cinta ???
Apa hakikat kesetiaan ???
Apakah setelah
kematian memisahkan , pasangan yang ditinggalkan berhak tuk melupakannya ?
segara menggantikannya dengan yang baru?
Apakah yang dirasakan oleh yang pergi dijemput tuhan ?
Sakitkah ?
Atau
Kecewakah ?
Apakah yang dirasakan oleh yang ditinggalkan ?
Senang akan menemukan pengganti yang baru ?
Atau
Sedih karena ia tak sanggup melupakan ?
Aku bingung...Oleh yang pergi dijemput tuhan ?
Sakitkah ?
Atau
Kecewakah ?
Apakah yang dirasakan oleh yang ditinggalkan ?
Senang akan menemukan pengganti yang baru ?
Atau
Sedih karena ia tak sanggup melupakan ?
Aku bingung...
Selasa, 23 Oktober 2012
badai hidup untukku
hidup ini begitu fluktuatif,
ia bebas memainkan hati dan perasaan ini...
kau tau kawan badai terbesar yang menerpaku adalah ketika ayahku harus pergi di jemput allah.
aku begitu terlempar jauh, aku terduduk, lemas dan tak berdaya...
ampun, begitu kerasnya badai itu sampai aku harus tergeser dari pijakanku
tetapi kini, aku siap, yah aku siap sesiap-siapnya menyongsong terik nya matahari dan dingin nya hujan.
kerasnya hantaman badaipun takkan ku pedulikan lagi,,
semangat lah ros bangkitlah sayang, aku bangga pada mu , semua yang ada padamu...
andes..
dia ...
adikku
lelakiku
ia nyawaku
kau jiwa uni
cepatlah besar dik...
harapanku begitu besar...begitu menggelagar
uni menyayangimu...sungguh
cinta yang terlepas
jujur merasa tak sanggup ketika harus terpisah dunia dengannya, aku belum mampu untuk bangkit, ayah aku rindu...
ayah ku pergi dijemput tuhan
Pergi Bertemu Tuhan
Pelan-Pelan
Nafas Yang Setarik-Tarik Itu Tak Berhembus Lagi
Diikuti
Mata Yang Perlahan-Lahan Menutup
Senyap
Tersadar
Aku Seketika !
Sosok
Yang Bernafas Tadi
Raganya
Telah Pergi
Sosok
Didepanku
Kini
tak akan bangun dengan senyumnya yang hangat…
Mataku
Mencari-Cari
Di
setiap penjuru
Kupikir
Kali Ini Tuhan Berbaik Hati, Ia Akan Mengirimnya Kembali…
Berkumpul
Bersama Kami
Seperti
Yang Kulihat Di Televisi
Tidak
Kawan !!!
Ternyata
Tuhan Sedang Serius
Ia
Menjemput Ayahku…
Ia tak mau mengembalikannya barang
sekejap
Barang sekilap…
Meski aku tlah meratap..
Barangkali Ia rindu bercengkrama dengan
ayah
Seperti kami merindukannya…
Ia tlah bertemu Tuhan…
***
Langganan:
Postingan (Atom)

